Pulang Malam…

Ku baru keluar malam

Setelah sunset tenggelam

Ku selalu keluar malam

Waktu langit mulai hitam

(Anak Malam-Slank)

Beberapa pekan terakhir, aku merasa kehidupan pribadi dan sosialku seperti tertelan bumi. Dari pagi hari hingga larut malam, bahkan kadang sampai dinihari aku mencurahkan tenaga dan pikiranku untuk pekerjaan. Alhasil, waktu yang tersisa selain pekerjaan hanyalah untuk tidur.

Bukannya aku ingin mengeluh, tapi jika keadaan semacam itu aku jalani terus menerus, maka kebosanan tak terhindarkan lagi. Akupun sadar sejak awal aku terjun ke dunia yang kata kawanku adalah dunia antah berantah, maka tenagaku akan dibutuhkan setiap saat dan tak mengenal waktu, entah pagi, siang ataupun malam. Apalagi kini aku berada di desk kriminalitas yang selalu berpacu dengan kejadian tanpa mengenal waktu. Dan itulah yang membuat aku mencintai pekerjaanku, bagaimana rasanya adrenaline dipacu untuk berkejar-kejaran dengan deadline.

Kemarin, sengaja aku pulang awal dari biasanya. Selain karena pekerjaanku telah tuntas, aku juga ingin melepaskan penatnya pekerjaan agar hidup tak melulu pekerjaan dan pekerjaan. Jangan kalian pikir jika pulang awal berarti aku pulang siang hari sekitar jam 2 siang atau jam 3 sore. Namun, pulang awal dalam kasmusku adalah pulang menjelang petang, sekitar jam setengah 6 sore.

Ah, rasanya sungguh menyenangkan bisa melihat senja sebelum bumi diselimuti kelamnya malam. Bagiku melihat senja adalah kemewahan yang tak terkira karena aku telah lupa, kapan terakhir aku melihat senja. Namun, keinginan untuk melepaskan penat barang hanya semalam saja, sepertinya harus aku lupakan. Jam baru menunjukkan pukul setengah 8 malam saat kawanku mengabari jika ada tawuran di salah satu perguruan tinggi di Kota Bengawan.

Setelah mengkroscek informasi itu ke beberapa sumber, ternyata info itu benar adanya. Tanpa pikir panjang, aku segera mendatangi lokasi. Saatnya memacu adrenaline lagi pikirku. Wah, ternyata bukan tawuran, tapi penganiayaan, tapi tak apalah toh itu juga fakta dan sebuah kejadian. Ternyata aku sedikit terlambat, lokasi kejadian telah sepi dan orang-orang yang menjadi pelaku penganiayaan telah diamankan di kantor polisi. Segera saja aku meluncur ke kantor polisi.

Tanpa perlu waktu yang lama, semua bahan informasi aku dapatkan dan aku segera laporan ke kantor untuk memastikan apakah fakta itu ditunggu untuk edisi esok hari demi kalian para pembaca, atau ditunda. Atasanku memutuskan, fakta itu ditunggu dan kini aku harus lari cari warnet terdekat. Semuanya akhirnya tuntas jam setengah 10 malam. Setelah itu aku ngenet hingga jam 11 malam dan baru sampai kos setengah jam kemudian. Aku pulang dan melepaskan penat meski rencana rehat tak ku dapat malam ini.

About these ads

Tentang angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua tulisan milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: