Mengejar Mimpi

Mataku terbuka yang ada hanyalah gelap. Aku terjaga dari mimpi buruk yang tak kutahu artinya. Bau asap rokok masih terasa di kamar kosku yang teramat sempit. Belum sepenuhnya aku benar-benar “utuh”. Mungkin masih setengah sadar setelah aku tadi tertidur pulang kerja.

Kutarik nafas dalam-dalam dan kucoba memahami kehidupan yang belum “utuh” ini. Butuh beberapa menit untuk aku kembali menjadi manusia yang punya logika dan rasa. Kuangkat kaki dan membuka pintu kamar meski aku tau angin malam yang dingin segera masuk ke kamarku.

Air putih dari gelas plastik ku teguk perlahan. Dalam gelapnya kamarku, tanganku meraba mencari bungkus rokok. Nyala api yang membakar ujung rokok menjadikan kamar sedikit terang meski hanya sesaat. Aku melangkah keluar untuk menghilangkan rasa sumpek di dalam kamar yang terasa semakin sesak saja.

Malam telah benar-benar pekat dan tak ada nyanyian dari binatang malam untuk sekedar menjadi penghibur rasa kesepian. Langit yang tak memberikan bintang dan bulan ku pandang sebentar. Sedikit kecewa karena hanya langit yang hitam pekat meski tidak hujan.

Aku duduk di kursi panjang ada di depan kamar. Asap rokok terus keluar dari mulut dan aku merenung. Entah apa yang kurenungkan. Aku hanya mengingat tentang masa depan. Mungkin hanya khayalan, namun terasa indah ketika alam terlalu sedih karena tidak memberikan cahaya kebahagiaan malam.

Hisapan panjang aku habiskan dan pintu kamar tak lupa aku kunci. Aku langsung rebahan di kasur dan berharap mimpi indah. Mimpi itu harus kukejar mulai malam ini.

0 Tanggapan ke “Mengejar Mimpi”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Bagian Kata

Kata Hari

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Yang Mampir

  • 6,830 pemampir