Mungkin sudah terlalu lama mati suri hingga akhirnya aku tak pernah tahu rasa yang sebenar-benarnya dirasakan. Melewatkan waktu dengan keterasingan, melambungkan mimpi yang tidak pernah usai dan meratapi realita yang begitu menggusarkan jiwa.
Matahari tak pernah ramah menyapa, terlalu terik dan panas. Bulan dan bintang terlalu redup untuk menjadi penuntun hati. Mungkin hanya senja yang begitu cepat yang mampu meredam gejolak hati.
Mungkin waktu terlalau cepat bagiku, hingga kenangan begitu mudah berlalu. Ritme keseharian terlalu mudah dipahami dan diikuti sehingga tak lagi nada-nada fals yang kadang malah membuat itu lebih indah.
Kini aku hanya bisa berharap pada kekinian dan masa depan. Sudah saatnya merajut mimpi, mengolah rasa dan kembali bangun dari mati suri.
0 Tanggapan ke “Mati suri…”