Aku tak bisa membayangkan jika manusia dilarang berkata-kata entah itu lewat perkataan, tulisan ataupun media lainnya. Namun, tak selamanya manusia memberi ruang bagi kata. Kadang kekuatan otot, parang hingga pistol lebih menjadi pilihan utama selain kata. Bukankah sudah saatnya memberi ruang dan peluang bagi kata. Silahkan berkata-kata, namun jangan sampai menimbulkan permusuhan dan rasa benci di antara kita. Silahkan berkata-kata serius atau guyonan, namun jangan sampai kata-kata membuat kita menjadi semakin bodoh dan sesat. Monggo…
Cari Kata
Belajar Berkata
- Para Penunggu ‘Kotak Amal’
- Facebook & “Lilin”
- T.A.S., Sang Pemula & ¼ Abadku…
- Balada (Razia) PSK…
- Bukan Noordin M Top!
- ganyang malaysia???
- Negeri Maling(sia)
- Mukena putih
- Bebas dari merdeka…
- Memoar kawan lama
- Europe I’m Coming…
- Drama kematian…
- Mati suri…
- Harapan yang terbajak…
- “Ini Pesta Demokrasi, Bung!”
Kata Hari
Gudang Kata
Katanya
Blognya Kawan
Blogroll
Favorite Link
Media&Jurnalisme
Other
Campuran Kata
Anak Jalanan
anak muda
Berita
catatan perjalanan
Cerbung
cerita
Cerpen
Chairil Anwar
DPR
fiksi
Hanya Cerita
Hanya Kisah
Hukum
Indonesia
Jakarta
Jogja
jurnalisme
jurnalistik
kampanye
Kapitalisme
kisah
komunikasi
kriminalitas
Magelang
malaysia
media
Muntilan
News]
Noordin M Top
Novel
opini
pemilu
Pemilu 2009
pendidikan
pers
pilkada
politik
Prosa
Puisi
Rebel
sastra
sejarah
solo
Sosial
Teroris
Yang Mampir
- 7,046 pemampir
0 Tanggapan ke “Ruang Kata”