Aku Sudah (Semakin) Tua

Hampir semua kawanku tidak ada yang percaya kalau usiaku baru 23 tahun. Hampir semua kawanku menilaiku usiaku sudah di atas 25 tahun. Bahkan, ada yang bilang kalau usiaku 30 tahun. Ada yang bilang wajahku memang sudah tua. Namun, ada juga yang bilang perilakuku menunjukkan seperti orang tua.

Harus aku akui memang wajahku memang tampak lebih tua dari umurku sebenarnya. Namun, kata dewasa, sering aku gunakan untuk menjawab kesangsian kawan-kawanku yang tidak mudah percaya kalau aku baru berusia 23 tahun. Kalau sudah seperti ini kejadiannya, KTP pun jadi senjata. Namun, tidak semua kawan bisa percaya kesahihan data pada KTP-ku. Kalau sudah mentok seperti itu, aku hanya bisa bilang, silahkan percaya silahkan tidak.

Ada yang bilang, apalah arti usia, jika perilakunya tidak menunjukkan kedewasaan. Ada juga yang bilang, usia bukan segala-galanya. Namun, aku pikir, usia adalah segala-galanya. Paling tidak dari usia, aku merasa umurku tidak semakin tua, aku semakin muda untuk menghadapi kematian.

Dari usia juga, aku kadang berpatokan, apa yang sudah aku lakukan dan apa yang belum aku jalankan selama aku hidup. Mungkin banyak yang belum, aku rasa. Dari umur 6 tahun hingga 17 tahun aku sekolah kemudian empat tahun kuliah. Masih banyak yang belum aku lakukan memang. Jangankan untuk keluarga, saudara, kawan dan juga umat manusia. Untuk diriku sendiri, aku berasa belum berbuat banyak.

Dengan patokan usia, juga aku menelurusi kembali jejak hidup yang kadang terlupakan atau tersingkirkan. Ketika ingatan manusia terbatas dan kehidupan terus berjalan, tidak semuanya bisa aku ingat dengan baik tentunya. Kadang ada merah putih dan lika liku hidup yang hanya sedikit aku ingat. Ada yang sebagian aku ingat sebagian tidak. Bahkan, ada juga yang terlupakan. Belum lagi, kawan-kawan dari kecil sampai aku kerja kini. Jujur saja, ada yang aku ingat ada yang tidak. Dari usia ini pula, aku selalu ingin mengingat semua tentang kenangan dan juga kawan.

Lewat usia pula, aku sering berpikir tentang kehidupan ku kini. Di usiaku yang terus bertambah, semakin berubah saja aku ini. Aku tidak merasa, aku berubah ke arah baik semuanya. Namun, ada juga perubahan yang ke arah buruk. Atau perubahan yang masih aku perdebatkan dalam diri ini, apakah baik atau buruk.

Usia pula yang menjadikan aku kadang berpikir tentang masa depan. Di usiaku kini, aku masih berpikir tentang kekinian. Tentang hari ini. Esok entahlah. Tapi aku percaya suatu saat nanti aku pasti akan berpikir tentang masa depan. Termasuk juga di antaranya adalah menikah tentunya. Cukup sudah ah…

NB. Ini bukan refleksi diri, tapi aku hanya ingin bilang kalau ternyata aku sudah semakin tua.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: