Bisikan Revolusi

Suara hati itu kini telah berubah menjadi bisikan. Sebuah bisikan-bisikan mulai terdengar di beberapa daun telinga orang-orang dalam sebuah labirin malam.

Bisikan itu terdengar lirih dan tak bertenaga. Kadang daun telinga yang mendengarnya bingung dengan bisikan-bisikan itu. Ada kalanya daun telinga percaya dengan kekuatan bisikan itu. Namun, ada waktunya bisikan itu hanya melintas begitu saja di daun telinga.

Sering kali bisikan-bisikan itu pecah dan meledak menjadi sebuah teriakan. Teriakan yang seakan mengguncang tatanan kehidupan. Namun, letupan bisikan itu terjadi di luar labirin malam. Teriakan-teriakan yang maha dahyat terdengar lirih dan sunyi di tengah luas dan rumitnya kehidupan. Dan labirin malam pun tak goyah sedikit pun.

Suara hati yang berevolusi menjadi bisikan memang telah menjadi sikap dan pemikiran yang tak tergoyahkan. Namun, ada kebimbangan dan ketakutan untuk berjalan lebih jauh lagi, agar bisikan itu tidak hanya menjadi bisikan semata, tapi bisa menjadi terikan. Bukan teriakan di tengah ramainya kehidupan. Namun, sebuah teriakan di labirin malam yang penuh kesunyian.

Musim telah berganti, kawan datang dan pergi dan waktu tak lelah untuk berhenti. Namun, bisikan itu tak berganti meski waktu terus menggerogoti. Masih saja kebimbangan dan ketakutan yang menggelayuti. Bahkan, kebingungan akan sebuah cara agar bisikan itu mejadi teriakan.

Mungkin bisikan itu pernah keluar dari mulut Che Guevara atau Tan Malaka. Bisikan dari mulut Che atau Tan Malaka akhirnya meledak menjadi teriakan yang mengguncang bumi. Meski gagal, namun bisikan itu pernah menjadi sebuah teriakan. Mungkin orang-orang itu tidak seberani Che atau Tan Malaka. Atau mungkin juga mereka lebih memilih menipu suara hatinya. Dan orang-orang itu masih saja berbisik di tengah sunyinya labirin malam.

Iklan

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

One response to “Bisikan Revolusi

  • ikkin

    suatu saat kita tawarkan
    tiga pilihan
    pertama,bergabung dengan kebenaran
    maka kau akan kulindungi
    kedua,tidak gabung tapi tidak memusuhi
    ketiga,sebagai musuh kita perangi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: