Jam dan Simphoni Malam (2)

Malam benar-benar terasa kelam. Serasa tidak ada kehidupan. Tak ada suara jangkrik, tidak pula nyanyian katak. Hanya detak jarum jam yang berbunyi.

Kalaupun aku mau, detak jarum jam bisa aku matikan agar malam terasa semakin kelam. Agar malam terasa semakin tanpa kehidupan. Namun, aku masih menyukai malam maka ku biarkan detak jarum jam berbunyi agar bisa menjadi saksi adanya kehidupan malam.

Jangkrik dan katak sepertinya tengah memusuhiku. Binatang malam itu tidak mau menjadi kawanku di kala malam. Tidak mau menemaniku saat lalu lintas pikiran tidak mau diajak rehat. Jangkrik dan katak seakan menjauh dan menikmati malam dengan cara mereka sendiri. Akupun terbawa sepi, tanpa katak dan jangkrik.

Untungnya ada detak jarum jam dan mau menemaniku. Tak merdu memang, namun suara, pola dan ritmenya menjadi pengiring gemuruh hatiku. Menjadi pendamping ramainya pikiranku.

Ah, malam menjadi semakin sendu saja saat hanya detak jarum jam yang menemani. Tubuh seakan layu saat gariah malam hanya dicumbu detak jarum jam. Suasana melankolis pun tak terasa karena nada, pola dan ritme detak jarum jam tidak membawah sahdu kehidupan.

Namun, detak jarum jam tetap setia menemaniku. Tidak seperti jangkrik dan katak yang memeluk malam sendiri. Detak jarum jam tetap mengiringiku saat perjalanan pikiran belum ingin berhenti. Detak jarum jam tetap saja menuntunku dalam memimpikan malam. Detak jarum jam tetap memelukku walaupun bisa aku matikan jika aku mau.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: