Jam dan Simphoni Malam

Detak jarum jam tak penah berhenti. Ritme dan polanya selalu sama. Tak…tak…tak. Suara dan getarannya tiap detiknya sama. Jarumnya seakan tidak pernah lelah mengitari 12 angka yang ada.

Aku baru ingat kalau baterai jam baru saja aku ganti. Kemarin aku baru sadar jika jam di kamarku telah lama mati. Sudah lama kiranya aku tidak mendengarkan detaik jarum jam. Tak…tak…tak.

Aku tak tahu apakah baterai baru akan mempengaruhi keras atau tidaknya detak jarum jam. Apakah suara detak jarum jam bisa lebih keras dengan menggunakan baterai Alkaline daripada menggunakan baterai ABC, aku pun tak tahu. Aku juga tidak tahu apakah getaran dari gerakan jarum jam bisa lebih besar dengan mengunakan baterai baru daripada baterai usang.

Yang aku tahu dan aku rasakan sekarang, detak jarum jam telah menemaniku selama lima jam. Pola dan ritmenya tak berubah. Seperti sebuah simphoni, penuh dengan nada dan ritme lembut meski suaranya tetap sama, tak…tak…tak.

Sebentar lagi fajar tiba, sepertinya detak jarum jam akan segera ditelan ganasnya kehidupan.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: