Kisah Perlawanan

Sejak manusia mulai menapakkan kakinya di bumi, kisah perlawanan selalu menjadi bagian dari cerita kehidupan manusia. Tiap periode kehidupan, selalu saja ada kisah perlawanan yang muncul, bahkan, tiap epik kehidupan selalu ada saja cerita perlawanan, entah itu hanya mitos belaka atau benar-benar nyata.

Cerita tentang Robin Hood mungkin tidak pernah kita lupakan. Walaupun aku hanya tahu Robin Hood lewat layar kaca, namun konon kisah itu benar-benar nyata. Atau kisah perlawanan Si Pitung dari Betawi yang melegenda itu. Kisah perlawanannya menjadi sumber inspirasi perlawanan jaman penjajahan Belanda.

Ada juga kisah perlawanan Che Guevara yang melengenda itu. Che telah menjadi ikon perlawanan anak muda masa kini. Bahkan, mereka yang telah menggunakan kaus bergambar Che, merasa paling rebel saat ini. Ada pula cerita tentang Tan Malaka dengan 100% Meredeka-nya.

Atau kalau berbicara tentang kekinian, ada Subcomandante Marcos dengan ELZN-nya di Meksiko yang terang-terangan menolak globalisasi dan memimpikan “banyak dunia” dalam dunia ini. Kisah-kisah tentang Robin Hood, Si Pitung, Che, Tan Malaka hingga Sub Marcos, semuanya tentang kisah perlawanan, walaupun setting tempatnya berbeda, alasan yang tak sama atau maksudnya yang juga berlainan. Namun, mereka telah bercerita kepada kita tentang sebuah perlawanan. Atau mungkin lebih tepatnya perlawanan terhadap kemapanan.

Tak semuanya kisah perlawanan itu berakhir happy ending. Bahkan, sangat tidak sedikit kisah perlawanan itu, berakhir sedih atau bahkan yang ada hanya kegagalan. Tau, cerita tentang Si Pitung yang harus mati di tangan Belanda. Atau cerita Che yang tewas ditembak mati di Bolivia. Belum lagi, kisah Tan Malaka yang tewas tak tentu rimbanya.

Kadang kisah itu hanya angin lalu saja bagi kita. Bisa juga kisah itu menjadi ispirasi bagi mereka yang hendak melakukan perlawanan. Namun, apalah arti kisah perlawanan mereka, kalau kita tidak tahu apakah perlawanan itu masih dibutuhkan saat ini? Atau malahan kita benar-benar takut untuk melawan?

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: