Politik Kesetiaan

Kali ini, aku ingin bicara tentang kesetiaan. Tidak apa-apakan, bukankah kesetiaan harus dibuktikan dan cinta memang butuh kesetiaan.

Mungkin terlalu naif jika aku mengklaim aku orang yang setia dan selalu komitmen dengan kesetiaan pada pasangan. Kemarin dulu, aku nonton Playboy Kabel di TV. Dari beberapa kali acara reality show itu, hampir semua korban pasti kepincut dengan penggodanya. Bahkan, ada yang harus mengakhiri hubungan setelah reality show tes kesetiaan itu ditampilkan.

Aku tidak ingin bilang jika aku diposisi sebagai korban, aku bakalan kekeh dengan pasangan dan mengesampingkan penggoda. Namun, bukan berarti, aku tidak komitmen dengan hubungan dan tergiur dengan penggoda.

Belum lama ini aku juga sering nonton talkshow dengan tema-tema politik. Bukan karena aku suka dengan politik, namun lebih karena ingin tahu politikus main badut-badutan. Pernah presenter talkshow bilang jika dalam dunia politik tidak ada kawan abadi dan tidak ada musuh abadi dan yang abadi adalah kepentingan politik itu sendiri.

Akhir-akhir ini aku jadi khawatir jika masalah politik sudah meracuni masalah kesetiaan dan percintaan tentunya. Jika masalah percintaan sudah didasari dengan kepentingan seperti kepentingan politik tadi, bisa jadi tidak ada pasangan abadi dan pembenci abadi. (Bukankah rasa cinta dan benci itu hanya tipis batasnya).

Sudah bosan aku mendengar orang-orang bilang benci dengan politik. Orang-orang itu bilang, sumpek dengan perilaku politik para politikus. Kalau seperti ini, aku yang jadi bingung perbedaan antara politikus dengan orang yang mengingari kesetiaan. Aku juga tidak tahu apakah orang-orang itu juga memiliki kesetiaan atau tidak. Kalaupun tidak, aku jadi bingung, apakah mereka adalah politikus kesetiaan.

Sebenarnya sudah ingin aku habisi saja tulisan ini, namun aku tak bisa menahan pertanyaan ini, apakah kalian juga membenci politik?

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: