Awas, Mengkritik Harus Santun!!!

Kritik itu biasa, manusia ada lemahnya… (Theme song Republik Mimpi)

Sudah sekitar 10 menit aku menahan tawa, aku hanya senyum-senyum saja saat pengamat politik Fajroel dan Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun berdebat seru dalam Topik Minggu Ini yang disiarkan SCTV. Pembawa acara Ario Ardi pun tak mampu membendung “kemeriahkan” debat dua orang tersebut.

Namun, aku tak mampu menahan tawa ku terlalu lama, akhirnya tawaku pecah, karena dalam debat itu Pak Gayus sepertinya tak berkutik meski berusaha membela mati-matian kredibilitas DPR yang menurut Bung Fadjroel sudah berada dititik nadir. Aku pikir perdebatan itu akhirnya malah membuka borok DPR yang selama ini berusaha ditutupi dengan ditanggapinya lagu Gossip Jalanan karya Slank oleh kalangan Dewan. Bahkan dengan lantang ada rencana menuntut Slank di pengadilan karena lagu tersebut melukai perasaan anggota DPR, meski akhirnya hal itu diurungkan.

Pak Gayus beberapa kali menyoroti lirik lagu yang tidak ada kaitannya dengan DPR yaitu lirik tentang merebaknya pelacuran, Siapa yang tau mafia selangkangan, tempatnya lendir-lendir berceceran, uang jutaan bisa dapat perawan. Vulgar, memang vulgar tapi bukankah kevulgaran juga pernah ditunjukkan seorang mantan anggota DPR lewat video mesumnya saat terlihat mesra dengan seorang penyanyi dangdut?

Pak Gayus akhirnya berbicara soal moral dan menilai lirik lagu itu tak bermoral. Dan kalau akhirnya bicara moral, aku pikir moral tidak hanya diukur dari kata-kata yang diucapkan, namun juga perilaku orang. Pak Gayus sendiri bilang jika ada aduan yang ditujukan kepada sekitar 76 anggota DPR atau hingga 100 orang DPR yang dinilai “bermasalah” entah itu soal korupsi atau masalah lainnya. Angka yang tidak kecil, kata dia. Aku tak tahu secara pasti apakah diduga melakukan korupsi, menerima suap atau masalah lainnya itu bemoral atau tidak?

Pak Gayus pun memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai sendiri lirik lagu itu dan masyarakat berkesemapatan untuk menjadi juri mana yang lebih dipercaya, apakah lirik Slank yang bilang, Mau tau gak mafia di Senayan, kerjaannya tukang buat peraturan, bikin UUD…ujung-ujungnya duit atau perkataan Pak Gayus yang bilang lagu itu tak bermoral. Kalau mengikuti polling yang dibuka selama acara disiarkan, 99% penonton acara itu lebih percaya dengan lirik lagu Slank. Aku tak tahu apakah kritik yang vulgar itu lebih tak bermoral daripada orang-orang melupakan rakyat yang semakin sengsara?

Meskipun tidak suka dengan lirik lagu itu, Pak Gayus tegas-tegas menyatakan DPR siap untuk dikritik, namun kritik yang disampaikan harus santun. Aku tak tahu lebih santun mana orang yang mencurahkan pikirannya lewat sebuah lagu vulgar atau orang yang menghabiskan uang rakyat untuk berbagai fasilitas wah?

Mungkin sudah saatnya perseteruan itu diakhiri untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai seperti kata Pak Gayus dan masyarakat bisa menjadi juri yang baik dalam masalah ini. Bukankah kamu juga ingin menjadi juri dan ikut menilainya?

NB. Mungkin suatu saat Slank perlu konser di Senayan, bukan untuk membuat kuping anggota Dewan merah, tapi untuk menyebarkan virus perdamaian. Peace!!!

NB Lagi. Aku hanya mengingatkan bagi kalian yang suka mengkritik pemerintah, DPR atau lembaga lainnya, agar mengkritik mereka dengan santun, bukan karena aku tidak suka dan merasa kalian tak bermoral dan tak santun, namun lebih agar mereka tidak memberikan tanggapan berlebihan dan melupakan tugas mereka sebagai abdi rakyat!!!

Iklan

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: