Monthly Archives: Mei 2008

Belajar Menjadi Korban Kriminalitas

Pekerjaan yang aku tekuni saat ini menuntut aku untuk selalu bertemu dengan orang yang sedang tertimpa musibah dan kemalangan hidup, entah itu korban penganiayaan, korban KDRT, korban penipuan hingga korban pencurian dan perampokan atau singkatkan masalah yang berkaitan dengan kriminalitas Namun, kenyataan yang ada selama ini, selalu ada jarak yang memisahkan antara aku sebegai seorang jurnalis yang mencari informasi dari mereka dengan mereka para korban yang dirundung musibah dan kesusahan.

Untuk lebih memudahkan pedekatan dengan mereka, selama ini aku selalu berusaha berempati kepada mereka korban tindak kriminalitas. Aku selalu mencoba belajar dari kisah musibah yang terjadi itu dan berusaha menempatkan jika hal yang sama itu terjadi padaku, entah itu menjadi korban penganiayaan, penipuan atau perncurian dan perampokan. Namun, maksimal-maksimalnya aku berempati pada mereka, aku sadar tetap saja ada jarak dengan mereka. Mungkin aku juga ikut terharu dan sedih mendengar kisah pilu penganiayaan hingga perampokan, namun harus aku akui pula jika feel sepenuhnya tidak aku rasakan.

Namun, aku rasa kini aku tidak perlu lagi berempati kepada mereka. Bukan karena aku tidak mau, tapi karena kini aku sudah menjadi bagian dari mereka. Suatu pagi tiba-tiba kosku gempar, saat dua buah HP, satu kamera digital dan dompet milikku raib saat aku tertidur dan lupa mengunci pintu kamar. Wah, apes juga aku, tapi juga untung karena sang pencuri tidak membawa juga komputer jinjingku. Jangan kau ejek aku, kira-kira aku melakukan wawancara dengan diriku sendiri tidak.

Rasa empati yang selama ini selalu aku bangun terhadap mereka saat ada tindak kriminalitas, sepertinya sudah saatnya dibuang. Bukankah aku juga bagian dari mereka. Saat ini, feel sebagai seorang korban tindak kriminalitas juga lebih terasa daripada dulu yang hanya belajar berempati. Untuk menghibu diri atas kejadian itu, aku hanya bilang mungkin ini bagian dari kegiatanku sebagai jurnalis agar lebih total menekuni pekerjaan terutama dalam desk kriminalitas yang saat ini aku pegang.

Sedih, sudah pasti, jadi jangan kau tanyakan apakah aku sedih atau tidak dengan kejadian itu. Namun, aku tidak gelo terlalu dalam, toh itu juga hanya barang yang tidak terlalu didewakan keberadaannya, meski aku juga jadi kerepotan karena harus mengurus surat kehilangan dan memblokir berbagai kartu yang hilang. Setelah kejadian itu, aku jadi ingat ucapan Bang Napi, kejahatan tidak hanya muncul karena niat, namun juga adanya kesempatan, jadi waspadalah….waspadalah!!!

 

Iklan

%d blogger menyukai ini: