Suatu sore di Taman Balekambang

Cahaya matahari sore belum berpendar. Masih cukup terik meski waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore lebih. Akhir-akhir ini cuaca di Solo sepertinya sedang mengalami anomali, kalau siang teriknya minta ampun, kalau malam dinginnya tidak mau kompromi.

Sangat nikmat rasanya menikmati sore di Taman Balekambang. Rumput yang rapi, pohon-pohon rindang ditemubus cahaya matahari, pancuran air dan kursi-kursi taman yang kosong tertata rapi. Suasana asri di tengah kota yang menyesakkan. Ada keluarga yang asik bercengkrama, ada pasangan anak muda yang memadu kasih, ada juga gelandangan yang menikmati tidur sore di kursi panjang taman.

Semuanya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Satu keluarga yang kalau tidak salah ada bapak, ibu dan dua anak menikmati sore dengan jalan-jalan di taman dengan diselingi tawa riang kedua anak. Pasangan muda, duduk mesra di kursi yang tempatnya ada di pojok taman bercakap-cakap mesra. Gelandangan yang tidur di kursi lanjang, melenguhkan nafas panjang seakan melepas penat seharian di jalanan.

Belum lama Pemkot Solo memang melakukan revitalisasi Taman Balekambang. Bahkan, revitalisasi yang ditandai denga perbaikan sejumlah fasilitas dan pembangunan gedung baru juga belum sepenuhnya kelar. Namun, aktivitas di kawasan hijau tersebut tidak terganggu dengan belum selesainya perbaikan itu. Semuanya seakan menikmati sore menjelang senja itu dengan bahagia dan larut dalam nyaman.

Taman Balekambang mungkin menjadi tempat alternatif untuk ajang rekreasi murah saat tempat rekreasi menjadi barang mahal di Solo. Taman ini mungkin bisa jadi tempat melepas penat saat kehidupan kota yang selalu dipenuhi kendaraan dan kesibukan penghuninya.

Mungkin keluarga yang sore itu menikmati senja di Taman Balekambang lebih memilih tempat tersebut untuk jalan-jalan daripada pergi mal yang dipenuhi pedagang dan menawarkan kebisingan. Bagi pasangan anak muda itu, Taman Balekambang menjadi tempat memadu kasih yang murah meriah saat harga tiket bioskop 21 tidak terjangkau bagi anak muda kelas bawah yang juga ingin bermesra-mesraan. Dan bagi gelandangan, Balekambang tentu lebih nyaman jika dibandingkan dengan emperan toko.

Saat kehidupan semakin sesak dan menyesakkan, kawasan hijau seperti Taman Balekambang seakan menjadi pelipur lara kehidupan yang pahit. Senja akan segera tiba dan Taman Balekambang mulai sepi dan bersiap menyambut malam dan segala kehidupan malamnya.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

One response to “Suatu sore di Taman Balekambang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: