Bau Tanah Lebaran

Bau tanah yang timbul akibat hujan deras semalam benar-benar terasa pagi ini. Bau yang sangat khas sehingga menimbulkan sensasi tersendiri bagi siapapun yang merindukan datangnya lagi musim hujan. Tanah yang tadinya kering dan berdebu seketika berubah menjadi basah memberikan aroma tersendiri. Aroma itu hanya muncul ketika hujan pertama tiba saat air membasuh bumi dengan kesejukan. Aroma yang terasa aneh karena bukan aroma wangi seperti minyak kasturi, namun bukan pula aroma busuk seperti bau ikan asin yang tak pernah diawetkan.

Sensasi bau tanah yang khas itu muncul ketika hujan telah reda. Tanah yang yang tadinya berwarna coklat muda dengan debu tipis dengan seketika berubah menjadi coklat tua. Tanah yang telah basah oleh hujan mengeluarkan aroma khas itu, seperti aroma yang muncul dari kepulan asap nasi goreng yang baru saja dimasak.

Tanah warna coklat tua karena hujan semalam dengan bau khasnya itu membuat pagi sepertinya kembali bergairah. Kokok ayam jago terasa lebih nyaring dan merdu dari biasanya. Pohon belimbing yang ada di depan rumah seperti kembali segar ketika tetes-tetes air sisa hujan semalam menenes pelan tertiup angin pagi. Sedangkan tanah yang telah bermetamorfosa dari tanah kering menjadi tanah basah tak lagi malu menyapa manusia yang selama kemarau mencemooh tanah yang menerbangkan debu-debu. Manusia pun kembali terasa seperti kembali hidup dalam dunia yang baru, dunia yang tanahnya basah.

Bau khas tanah basah air hujan, mengiringi kepergian jutaan umat manusia menuju tanah lapang, menuju mesjid, menuju langgar, menuju surau untuk menghadap Sang Khalik. Hari ini Lebaran dan jutaan umat manusia itu sedang dalam suka cita menyambut hari kemenangan itu. Hari yang dipercaya hari fitri yang membawa umat manusia seperti mengalami renovatio. Hujan yang membuat tanah basah dengan bau khasnya seakan telah menyihir pagi yang penuh kekhusukan. Pagi terus beranjak dan matahari mulai menyengat, namun bau tanah yang khas dari hujan semalam masih menemani jutaan umat manusia yang sedang mengagungkan Sang Pencipta.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: