Negeri Maling(sia)

Negeri Maling. Biasanya aku menyebutnya begitu. Mungkin agak berlebihan, tapi itulah realitas yang ada di negeri di mana penguasa memiliki kesempatan untuk menjadi maling.

Negeri yang kaya raya dengan sumber daya alam. Orang biasa menyebutnya dengan gemah ripah loh jinawi. Negeri di mana, tanpa perlu banyak mengeluarkan keringat agar tanaman tumbuh subur. Negeri di mana, matahari bersinar setengah tahun dan hujan akan turun membasahi kekeringan setengah tahun berikutnya.

Banyak orang menyebutnya sebagai Keajaiban dari Asia. Ada yang lebih suka menyebut dengan sebutan Macan Baru dari Asia. Dulu, ada istilah era tinggal landas, era di mana negeri yang kaya raya itu akan dapat terbang layaknya burung garuda dan menuju kemakmuran.

Sudah lebih dari 10 tahun penguasa yang menciptakan slogan era tinggal landas itu jatuh, namun negeri itu masih berada di landasan. Borok dari penguasa lama banyak yang terkelupas dan meninggalkan berbagai macam kebobrokan hingga akhirnya negeri itu menjadi Negeri Maling.

Hampir setiap sudut kehidupan di negeri itu dikuasai oleh maling. Ada yang suka maling kayu, ada yang tertarik menjadi maling ikan. Kadang ada juga yang memilih menjadi maling emas, maling minyak, maling kebebasan, maling demokrasi, maling keadilan, maling hukum hingga maling suara rakyat. Namun, yang agak berlebihan adalah mereka yang memilih menjadi maling duitnya rakyat.

Bukan tanpa aturan, maling-maling itu menciptakan beragam aturan yang ujung-ujungnya menjadi jalan pemulus untuk kehidupan maling itu sendiri. Tidak hanya itu saja, maling itu saling terkait dan memiliki hubungan saling ketergantungan. Maling kayu dan ikan sering kongkalikong dengan maling keadilan dan hukum, begitu juga dengan maling emas dan minyak. Kalau maling demokrasi, maling suara rakyat, maling kekuasaan itu tak jauh-jauh dari urusan duitnya rakyat.

Negeri yang begitu kaya itu seakan tidak ada habisnya untuk dimaling. Semua yang ada dikuras habis, disikat tanpa ampun, disedot tanpa henti. Nasfu bermaling-maling ria sudah begitu akutnya hingga rakyat dilupa, begitu banyak kekayaan lain negeri itu seperti seni dan budaya dilupakan begitu saja.

Hingga suatu ketika ada negeri lain yang berani maling kekayaan di Negeri Maling. Semua terhentak dan tersentak. Mereka sudah mengikrarkan diri sebagai Negeri Maling paling maling di dunia. Namun, nyatanya masih saja ada negeri lain yang berani maling di Negeri Maling yaitu Negeri Malingsia.

Negeri Malingsia itu suka mengklaim berbagai seni dan budaya Negeri Maling. Mencaplok dua pulau Negeri Maling dan hobi bertindak keji terhadap rakyat jelata Negeri Maling yang mengadu nasib di negeri itu. Negeri Maling merasa kebobolan hingga akhirnya negeri itu mengikrarkan untuk menolak segala permalingan hingga itu semua tak ubahnya maling teriak maling.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

7 responses to “Negeri Maling(sia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: