Surat terbuka untuk George Junus Aditjondro

Bung George, sebelumnya saya sampaikan salam hormat saya untuk Anda. Bung George, mencermati perkembangan terkini mengenai kontroversial buku Gurita Cikeas karya Anda, maka tergerak hati saya untuk menuliskan sebuah surat terbuka untuk Anda.

George Junus Anditjondro, selama ini Anda dikenal luas oleh masyarakat sebagai seorang sosiolog, mantan jurnalis dan juga dosen. Karya-karya Anda juga sudah cukup banyak dikenal khalayak umum. Harus saya akui, sampai detik ini saya belum membaca buku Gurita Cikeas yang telah menimbulkan pro dan kontra itu. Namun, saya mengikuti perkembangan pro dan kontra itu melalui media massa.

Dari tayangan televisi, banyak pihak dan kalangan yang merasa namanya disudutkan dalam buku itu mengkomplain dan mengecam keras-keras jika buku karya Anda tidak akurat. Datanya tidak valid. Karena saya belum membaca buku itu, tidak etis saya ikut-ikutan memberikan tanggapan soal buku itu. Meski saya sadari juga saya bukan siapa-siapa dan tanggapan saya juga tidak ada artinya.

Bung George yang terhormat, saya hanya ingin mengatakan kepada Anda, bahwa kontroversi mengenai buku Anda ini telah menunjukkan sifat asli orang-orang di negeri ini yang masih menjunjung tinggi budaya oral (budaya bicara). Itulah kenyataan yang ada, ketika Anda dengan keyakinan diri dan kepercayaan yang tinggi berani mengatakan pendapat Anda melalui sebuah karya tulisan. Sedangkan mereka merasa disudutkan dalam tulisan Anda itu melakukan pembantahan kata-kata, tanpa pernah menunjukkan data.

Mereka hanya pintar berbicara, bisa berkata-kata, tapi tidak pernah menunjukkan data pembanding untuk menandingi data yang sudah Anda rilis dalam buku itu. Mereka hanya mengatakan, data Bung George tidak valid, tapi tidak berani mengungkapkan data versi mereka.

Maka sungguh harus saya katakan kepada Anda George Junus Anditjondro, saya menaruh hormat kepada Anda. Anda memilih berkata-kata melalui sebuah tulisan, bukan hanya kata-kata yang terucap melalui mulut. Seperti sebuah pepatah, scripta manent verba volant, yang tertulis akan mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin.

PS. Semoga launching bukunya lancar.

Salam hormat,

angscript

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

5 responses to “Surat terbuka untuk George Junus Aditjondro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: