Aku ingin bicara kenangan (2)

Bukan senja, tapi derai hujan deras. Bukan cahaya kuning kemerah-merahan dari ufuk barat, tapi langit yang kelam nan gelap. Bukan semilir angin yang menyejukkan hati, tapi kipasan angin yang menusuk hingga tulang.

Layaknya sebuah kenangan, sebuah ritual suci yang biasa aku lakukan itu hadir lagi di depan mataku. Sebuah ritual yang bisa menyatukanku dengan senja. Sebuah kesakralan tentang langit yang berpendar kuning kemerah-merahan.

Di sebuah balkon, ritual suci itu sering terjadi. Dari ketinggian itu, senja akan nampak sempurna. Dari tempat itu pula siluet pohon, dedaunan dan manusia menjadi keelokan senja.

Dari tempat itu aku kembali pada kenangan. Dari sebuah ruang panjang itu kenangan itu bangkit. Dari kursi yang panjangnya lebih dari 20 meter itu kenangan hadir.

Dunia terlalu gelap. Langit sudah murka. Awan hitam bergulung-gulung menumpahkan air sederas-derasnya. Tak ada senja, tak ada pendaran cahaya kuning kemerah-merahan, tak ada siluet pohon. Aku hanya bisa jongkok menahan terpaan air. Kursi panjang itu sudah basah dari tadi. Lantai balkon tergenang air.

Kenangan itu selalu muncul dan hadir tanpa mengenal ruang dan waktu. Tak mengenal apakah senja tiba atau tidak. Tak mengenal hujan deras mengguyur membahasi bumi, kenangan itu tetap hadir.

Dari titik-titik air yang terus membahasi tanah kenangan itu terlihat nyata. Dari pantulan genangan air, kenangan itu hadir begitu dekat. Dari nyala lampu mobil yang lalu lalang, kenangan itu tetap bersinar. Dari daun-daun yang basah, kenangan itu seakan enggan pergi.

Terbuat dari apakah kenangan itu?

*@Balkon 20.15 WIB

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: