Candu itu bernama kenangan

Bukan dalam lembaran album foto. Tidak juga dalam bait-bait indah kata-kata puisi. Bukan pula dari kalimat-kalimat syahdu dari sebuah lagu. Dia ada dan hadir dalam di dalam sel, menyatu bersama aliran darah, berhembus dalam setiap nafas, berjalan dalam setiap derap langkah.

Dia telah menjadi candu. Dia telah meracuni tubuh. Dia akan selalu hadir, entah dalam ruang kosong yang hampa atau dalam riuh rendahnya dunia.

Seperti sebuah bayangan, dia akan selalu hadir dan menemani setiap pejalanan. Sekuat apapun upaya menghapusnya, dia tak pernah bisa hilang karena dia bukan lagi sesuatu yang teralienasi. Karena dia telah menyatu dalam harmoni jiwa dan raga. Dia, candu itu bernama kenangan.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

7 responses to “Candu itu bernama kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: