Melepaskan buku dari jeratan lemari pakaian

Sudah hampir dua tahun, ratusan buku itu bersembunyi di dalam sebuah kotak yang gelap nan pengap. Tak ada sinar yang masuk ke dalam kotak berukuran 1,25 m x 0,5 m itu.

BEFORE

Sesekali cahaya redup pantulan matahari masuk kala pintu kotak itu dibuka. Pengap. Lembaran-lembaran dari ratusan buku yang jumlahnya bisa mencapai ribuan itu sumpek ditumpuk ala kadarnya. Dibiarkan menggunung dalam sebuah kotak almari pakaian. Jauh dari kata rapi, baunya khas kertas yang sudah lama tidak dipegang.

Dinding-dinding kotak itu seakan menyempit, tak mampu lagi menanggung beban. Beban yang dipikul setiap saat selalu bertambah kala lembaran-lembaran buku baru selesai terbaca.

Buku yang berwarna-warni itu memiliki segudang kata. Kata yang bisa memberi makna dalam hidup. Ada cerita dari Multatuli di Lebak, ada kisah George Orwell yang bercerita tentang tahun 1984 di sebuah negara. Kesedihan Minke dan Annelies dalam Tetralogi Pulau Buru menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari tumpukan buku itu.

MASA TRANSISI

Tidak akan terlupa juga dengan cerita Tan Malaka dari balik jeruji besi, celotehan Subcomandante Marcos dari pedalaman Meksiko dan lembaran-lembaran senja yang selalu diberikan Seno Gumira Ajidarma.

Tidak bisa juga hilang dalam ingatan kata sahih dari Marl marx di Das Capital, catatan-catatan harian Soe Hok Gie, kisah perlawanan dalam Sabda Dari Persemayaman hingga buku Muhidin M Dahlan yang bercerita tentang Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta.

Buku yang katanya menjadi lilin di tengah kegelapan selama ini terasing dan teracuhkan dalam sebuah kotak gelap nan pengap. Sudah terabaikan hingga terlupa bahwa buku bisa menjadi penuntun dalam labirin kehidupan.

Sudah saatnya memberikan pencerahan dan suasana baru bagi buku agar buku tidak hanya menjadi diam dan tanpa makna. Agar buku bisa menjalankan tugasnya, menjadi pembuka wacana hati dan pikiran.

AFTER

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

4 responses to “Melepaskan buku dari jeratan lemari pakaian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: