Secangkir teh hangat & senja

Hari ini aku sakit. Aku demam. Sendi-sendi terasa ngilu. Kepalaku pening. Tenggorokan kering. Lidah terasa pahit. Hidung buntet.

Tubuhku memang sedang sakit. Tapi mungkin jiwaku yang lebih sakit. Aku sedang sakit jiwa. Aku hanya seonggok tulang yang dibalut daging, kulit dan dialiri darah. Tubuh ini kosong. Tanpa jiwa, hanya raga.

Aku bukan aku. Aku menjadi tubuh yang kehilangan arah. Tanpa hati, tanpa otak. Tak ada logika, tak ada rasa. Seperti pembunuh berdarah dingin yang menutup mata siapapun korbannya. Seperti setan yang menghalalkan segala cara untuk menghasut manusia. Aku pembunuh berdarah dingin. Aku setan. Aku manusia tanpa jiwa.

Aku sedih. Aku terluka. Hanya sedih dan luka yang kutemui saat tubuh ini tanpa jiwa. Tubuh tanpa jiwa ini harus berakhir dan diakhiri.

Aku menatap langit. Tak ada mendung. Tak ada awan. Aku menyeruput teh hangat sore ini. Aku ditemani senja. Senja yang sempurna. Kuning kemerah-merahan. Secangkir teh hangat dan senja menemaniku untuk menemukan lagi jiwa yang hilang.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: