Realita Dunia Maya

“Ah, jangan kau percaya itu kawan. Itu hanya mencari sensasi saja.”

Itulah jawaban dari seorang kawan kala aku bertanya tentang status hubungannya yang sudah diikrarkannya melalui jejaring sosial facebook.

“Tau ndak, dik **** juga baru ajah putus gara-gara facebook.”

Kalimat itu meluncur ketika saya mengobrol dengan kerabat saya mengenai situs jejaring sosial itu.

“Gimana akunnya udah ditutup. Sepertinya uda diblokir ya. Aku mengakses kok gak bisa.”

Ucapan itu mengalir dari seorang saudara yang menanyakan apakah sebuah akun palsu sudah terblokir karena akun itu menjadi ajang untuk pencemaran nama baik.

“Allah kan Maha Pembolak-Balik hati. satu detik cinta,satu detik kemudian bisa tiba-tiba berubah benci…”

Itulah jawaban dari seorang kawan yang sempat aku tanyai mengapa status hubungannya dalam facebook berubah dari pacaran menjadi lajang hanya dalam jangka waktu beberapa jam saja.

Dalam sebuah kehidupan nyata, banyak sekali realita-realita hidup yang biasa aku temui. Semakin banyak realita hidup, semakin banyak pula aku bisa belajar dari realita itu. Aku mencoba memahami dan memaknai setiap realita hidup itu.

Namun, hingga kini aku belum bisa memahami mengenai realita dunia maya. Bahkan, aku semakin dibuat bingung mengapa realita dunia maya mempengaruhi hidup dalam dunia nyata.

Dalam dunia maya, dunia antah berantah yang tak bertuan, sebuah kepalsuan, kejujuran hingga utopia bisa diciptakan. Tapi mengapa kepalsuan, kejujuran ataupun utopia itu begitu mempengaruhi hidup seseorang.

Dunia maya yang dulunya begitu angkuh berdiri di depan orang-orang kini telah merongrong hidup dalam dunia nyata. Dunia maya tidak lagi terpisah dari dunia nyata. Dunia maya tidak hanya bersinggungan dengan dunia nyata, tapi dunia maya telah menyatu dan berpadu dalam dunia nyata hingga menciptakan dunia yang absurd. Dunia yang belum juga aku pahami realitanya sebenar-benarnya realita.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: