Bukan Cerita

Sebenarnya tidak ada yang inginku ceritakan kepadamu kali ini. Aku hanya ingin menulis saja. Tangan ini gatal melihat keyboard tidak dipencet-pencet.

Sejak awal aku ingin mengingatkanmu, tidak ada cerita yang menarik yang bakal aku kisahkan. Kalau kau ingin berhenti membaca sampai di sini silahkan saja, tapi jangan menyesal di kemudian hari. Kalau kau ingin melanjutkan membaca, jangan merasa bosan karena ini bukan cerita.

Ajeg. Stagnan. Mungkin kata ajeg dan stagnan mewakili kehidupanku. Sehari-hari hanya melakukan itu-itu saja. Ritmenya sama, polanya sama. Dari pagi kemudian siang. Siang melaju ke sore dan malam.

Aku biasa terbangun ketika orang-orang sudah mulai beraktivitas. Saat roda kehidupan sudah mulai merangkak bergerak, aku masih bergelut dengan guling dan bantal dengan kamar sempitku.

Saat sinar matahari menerobos masuk lewat sela-sela pintu dan jendela yang masih tertutup rapat, aku memicingkan mata. Selalu saja terganggu dengan sinar yang menyala itu. Terlalu angkuh mungkin bagiku.

Menengok ke kanan, aku memandangi wajahku pada sebuah kaca yang aku biarkan begitu saja tergeletak di lantai. Kadang berpikir “Ah sudah semakin tua.” Kadang juga hanya melihat adakah jerawat baru yang tumbuh semalam atau merasakan kumis dan jenggotku sudah semakin lebat.

Laptop dan TV yang tepat di depan kasur biasanya aku nyalakan bersamaan. Sambil lalu melihat TV, sambil buka email, liat status di facebook, bikin status (kalau lagi pingin), mengucapkan selamat ulang tahun pada kawan di jejaring sosial itu atau sekadar mengintip aktivitas orang-orang di facebook atau chatting.

Kalau sempat aku bikin teh anget, atau cokelat anget atau kopi. Tapi kalau lagi males, kopi, teh, cokelat anget sisa semalam biasanya masih tersedia. Kau sudah bosan ya? Sudah aku bilang, tak ada cerita yang menarik, aku hanya ingin menulis saja.

Ketika waktu belum dikatakan siang, tapi juga sudah bukan pagi lagi, aku baru membasahi tubuh, mandi. Memulai aktivitas kerja. Ke sana ke mari mencari sesuatu untuk kemudian dituliskan kembali untuk pembaca koran pagi. Itulah aktivitasku sebagai jurnalis. Mencari orang, meminta tanggapan orang atas suatu masalah, melihat aktivitas dan fakta-faktanya.

Semuanya aku tulis agar kau bisa menikmati koran pagi sambil menyeruput teh anget dan gorengan. Hari sudah semakin panjang. Bagi sebagian orang, rutinitas akan segera berakhir, tapi bagiku rutinitas baru akan dimulai.

Rapat sore, mengedit berita, membuat grafis untuk memperkaya berita, berpikir ulang soal judul berita, membongkar berita (terutama softnews), melihat sms dari warga, melihat jadwal salat, mengecek perkiraan cuaca.

Ini belum berakhir. Masih dilanjutkan dengan menempelkan berita pada dumy. Potong sana, potong sini. Di tata ulang biar rapi, biar kau bisa nyaman membacanya. Biar kau bisa mendapatkan informasi yang komprehensif.

Rapat malam. Mendengarkan perdebatan-perdebatan. Kalau beruntung tidak membongkar dumy, kalau lagi sial bisa menata ulang sesuai hasil rapat malam. Ketika semuanya sudah selesai, sudah dicek ulang hingga dua kali, aku sudah tidak melihat lagi matahari.

Matahari sudah berlalu sejak tadi. Kadang ada bulan dan bintang, kadang hanya mendung. Entah mengapa cuaca akhir-akhir ini tak menentu. Kau masih di sana? Masih membaca tulisan yang bukan cerita ini? Jangan bosan dulu ya.

Ketika kau sudah memadu kasih dengan pacar atau menikmati kehangatan keluarga atau bermesraan dengan istri/suami atau berkumpul bersama sahabat atau sendirian terpaku ditelan malam, aku baru mengakhiri aktivitas.

Menyalakan laptop dan TV secara bersamaan seperti pagi hari selalu ku lakukan saat tiba di kamar, malam hari. Mandi kalau lagi pingin mandi, tidak mandi kalau males mandi. Tiduran sejenak melepas penat.

Beraktivitas lagi lewat dunia maya, melihat TV kalau acaranya tidak membosankan, kalau masih ada tenaga membaca buku hingga kantukku tiba.

Dari pagi hingga malam selalu seperti itu, ajeg dan stagnan. Kalaupun ada selingan paling pas libur, bersepeda atau bersih-bersih kamar. Itu pun juga ajeg. Kau sudah bosan? Ya sudah aku akhiri saja tulisan ini.

Iklan

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

8 responses to “Bukan Cerita

  • sari

    ~ yayaya…ini jurnal harian ato laporan aktivitas harian nya mas danang..hihihhi ~

  • risma

    ZZZzzzzzzz… u almost make me sleep… haha…
    Gak ding… ; p
    Btw, antara teh anget, cokelat anget atau kopi.. mana yg paling km suka???

    • angscript

      jiakakakaka..ni komentarnya gak ngigaukan…
      hmmmmmmm, dulu kopi selalu nomero uno. trus ginjal kumat, jadi menjauhi kopi. skrng klo diurutkan maka: aer putih, cokelat anget, teh anget baru kopi heheheh

      • risma

        aer putih, berarti kesadaran akan kesehatan.
        cokelat anget, minuman yg puitis.
        teh anget, simbol kebijaksanaan.
        kopi, karena kamu lelaki.

      • angscript

        hahahaha, itu arti dari mana?? ada2 saja
        yang jelas aku pernah merasakan betapa sakitnya saat ginjalku diserang. ampun deh. makanya air putih sekarang wajib hukumnya. penafsiran bebasku: aku laki-laki yang sadar kesehatan, puitis, bijaksana dan memang aku laki-laki, jikakakaka..*narsisdotcom

  • risma

    dari wangsit…
    Karena saya petualang rasa, ya dari pengalaman dwooooonk ; p

    Btw, pernah baca filosofi kopi?

    • angscript

      hehehe, bolehlah…
      filosofi kopinya Dee aka Dewi lestari. belum jew. apik po??kurang tertarik aku buatanya Dee. pernah baca yang dulu itu apa lupa judulnya…setelah itu kurang tertarik lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: