Membungkus kenangan

Kotak hitam itu masih kosong. Tanpa isi. Hampa. Aku ingin mengisinya dengan kenangan. Menutup dan memasukkannya ke dalam ruang kosong yang hampa.

Satu persatu kenangan itu harus masuk dalam kotak hitam itu. Aku katakan harus karena aku tidak ingin larut dalam kenangan. Bahwa kenangan itu kadang indah, kadang pahit itu memang benar adanya. Namun, aku tidak sudi hidup dalam kenangan, maka kenangan itu harus masuk dalam kotak hitam itu.

Kutata rapi setiap kenangan itu. Kupandangi dalam-dalam detail kenangan itu. Kurasakan dengan hati, kenangan itu pernah ada dan nyata. Aku tersenyum membungkus kenangan itu, meski sebenarnya terasa pahit.

Kenangan itu sudah menjadi penghuni kotak kosong. Kututup rapat kotak itu, memasukkannya dalam sebuah tempat tak bertuan, sebuah ruangan gelap dan hampa.

Aku sadar kenangan itu ada di hati dan pikiran. Sehebat-hebatnya aku, sekuat-kuatnya aku memasukkan kenangan itu dalam sebuah kotak, kenangan itu akan tetap ada. Dia tidak akan hilang, lenyap karena dia telah masuk dalam setiap sendi. Dalam aliran darah. Dalam sunsum tulang.

Karena aku tahu itu, maka aku memilih memasukkan kenangan itu dalam kotak hitam itu. Kalaupun kenangan itu akan muncul, maka kenangan itu tidak menyakitkan. Kalau kenangan itu hadir lagi, maka tidak ada dendam dan kebencian. Karena aku menghargai kenangan, aku memilih memasukkan kenangan itu dalam kotak hitam.

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

6 responses to “Membungkus kenangan

  • sari

    ~ setiap kenangan pasti ada pelajaran pasti ada hikmah yang bisa kita ambil…jangan pnah mencoba untuk membungkus setiap kenangan, tapi mencoba berdiri tegak dengan memperbaiki di setiap kesalahan yang telah kita lalui mungkin lebih bijak daripada membungkus dan melupan nya ~

    • angscript

      aku sudah bungkus itu Rik. sungguh aku telah membungkusnya. karena aku ingin menghargai kenangan itu agar tidak tercemar oleh perasaanku yang mungkin masih kacau. aku bungkus itu rapat-rapat agar aku bisa berdiri tegak, agar aku lebih baik lagi heheheh

  • derivers

    .. take care ..

  • risma

    Klo menurutku, kenangan gak perlu di masukan dalam kotak hitam.
    Karena disimpan dimanapun dia akan tetap ada, dan bisa muncul sekenannya.

    Berdamailah dengan kenangan dan terima ia sebagai sejarah hidupmu.
    Dari pada mules mikirin kenangan, lebih baik
    bersiap membuat sejarah baru yang lebih seru!!!

    Ok kawan?!

    • angscript

      betul kawan. memang kenangan itu akan selalu muncul. bukankah sudah aku tulis dan katakan jika kenangan itu telah menyatu dalam aliran darah, merasuki tulang-tulang. aku membungkus kenangan itu agar tidak terkontaminasi dengan perasaanku yang sedang labil hehehehe yeah….yang muda yang membuat sejarah baru hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: