Keluh kesahku kepada senja

Tuhan izinkan aku berkeluh kesah kepada langit kuning kemerah-merahan yang berpendar. Izinkan aku mengadu kepada semburat cahaya bulat yang bernama senja.

Bukan aku ingin menduakan-Mu Tuhan. Bukan aku ingin berpaling dari kekuatan-Mu Tuhan. Aku hanya ingin bercerita kepada senja. Cahaya kuning kemerah-merahan yang sempurna itu adalah kuasa-Mu, maka biarkan aku bercerita kepada-Mu melalui langit yang berpendar itu.

Senja, aku tidak pernah tahu terbuat dari apakah rasa itu. Apakah itu rasa duka, senang, benci, suka ataupun dendam. Senja, kau kan juga tahu, selain pikiran (baca:logika), rasa itu juga punya andil dan kuasa dalam sikap manusia. Rasa yang beraneka ragam itu bisa bercampur aduk menjadi satu, rasa sedih bisa menyatu dengan suka dan dendam hingga kombinasinya melahirkan sikap gado-gado. Itulah gado-gado dari rasa yang bisa melahirkan sikap yang campur aduk pula.

Siapakah yang sebenarnya menciptakan rasa? Apakah rasa hadir tiba-tiba tanpa ada alasan apapun seperti tukang sulap yang mampu menghadirkan barang-barang tak terduga dan mampu memukau penonton. Apakah rasa itu lahir dan turun dari langit seperti ketika Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Atau malahan rasa itu tumbuh seperti setiap kayuhan pesepeda atau istilah Jawa, alon-alon asal kelakon.

Ketika kemudian muncul pertanyaan atas rasa, siapakah kiranya yang bisa menjawab pertanyaan itu. Apakah aku harus bertanya kepada diriku sendiri karena rasa itu aku yang merasakan, meski aku tidak tahu siapa yang menciptakan dan terbuat dari apa rasa itu. Atau aku harus bertanya pada kepada orangtuaku yang sejak kecil merawatku. Atau bertanya kepada kawan-kawan yang masih mau menawarkan pundaknya kepadaku.

Di sudut balkon lantai dua kos, aku masih bertanya-tanya tentang pertanyaan itu. Apakah kau, senja yang berwarna kuning kemerah-merahan dengan semburat cahaya indah bisa membantuku?

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

7 responses to “Keluh kesahku kepada senja

  • risma

    Ketika kemudian muncul pertanyaan atas rasa, siapakah kiranya yang bisa menjawab pertanyaan itu.

    Ya hanya hatimu… karena dari situ sang rasa berasal. Gitu aja kok repot? Hehehe…

    • angscript

      masih ada pertanyaan lagi kawan. siapa yang punya kuasa atas hatiku?siapa pemilik segala rasa…ah, pusing aku jadi ingat Filsafat Komunikasi hahahaha

  • risma

    Siapa yg punya kuasa atas hati? Ya tentu Yang Menciptakan… dan Allah lah yg maha membalikan hati. Siapa pemilik segala rasa? Ya yang dikaruniai hati, yaitu manusia.
    Dan berdasarkan pengalaman, rasa itu bisa datang dg berbagai cara. Ada tiba2 jatuh seperti durian runtuh… Ada juga yg tumbuh perlahan. Tergantung Sang Penulis Skenario… mau menurunkan rasa lewat cara apa.

  • risma

    Hahaha… Karena rasa adalah segalanya.

    “Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Apabila dia baik maka baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.” (HR. Bukhari)

    • angscript

      siyalll, kau merusak “rasa” dengan kalimat “karena rasa adalah segalanya” -ntar balik ke tema s**s maning hahahaha,,,
      pesan yang indah kawan…sungguh indah hadist itu…aku akan belajar menjaga hati, tapi bukan menjaga hatinya yovie&nuno hahahaha

  • natasha

    krna tuhan lh yg mncpta smue yer dan hnya tuhan sje yg blh mrbh sgla yer..kasih allah pder hmba yer xprnh brbh tp hnya hmba yer sje yg mlnggar arhan dan tak ptuh pde yer….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: