Mengenal Norman Edwin, Menjadi Sahabat Alam

Norman Edwin. Nama itu begitu asing bagiku. Belum pernah aku mendengar nama itu sebelumnya. Aku mengetahui nama itu dari sebuah sampul buku di tumpukkan buku di pojokan toko buku.

“Norman Edwin Catatan Sahabat Sang Alam”. Itulah tulisan di sampul buku itu. Rasa penasaran di dalam otak menstimulus tanganku untuk mengambil buku setebal 423 halaman itu.

“Nama Norman Edwin pada 1976-1992 identik dengan pendaki gunung, pengembara ilmiah, pelayar lautan, dan penulis kisah perjalanan andal yang sudah punya “umat”-nya sendiri.” Itulah kalimat yang tertulis di sampul belakang buku terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) itu.

Rasa ingin tahu dan penasaran semakin tebal untuk membuka lembar demi lembar buku itu. Karena masih tersegel dengan plastik, satu-satunya jalan agar bisa membaca buku itu adalah membelinya (maaf saya bukan tipikal pembaca nakal yang hobi merobek segel plastik buku).

Dari catatan pembuka di buku itu saya mulai mengenal Norman. Baru aku tahu, Norman Edwin adalah satu satu legenda “pecinta alam” Indonesia. Petualangannya di alam bebas begitu komplet dan lengkap, dari menjelajahi atap-atap dunia mulai Puncak Carstensz di Papua hingga Gunung Elbrus yang menjadi atap Benua Biru, Eropa. Belum lagi perjalanannya menembus arus liar sungai-sungai di Kalimantan, Aceh dan Jawa serta menyeruk-nyeruk di perut bumi, menelusuri gelapnya gua. Termasuk juga petualangannya di Yosemite yang merupakan “Mekkah”-nya pemanjat rock climbing, membuat perjalanan hidupnya di alam bebas begitu lengkap.

Buku ini memuat 70-an catatan perjalanan Norman dari berbagai petualangannya. Di bagian 1, Norman mengajak kita menjelajahi atap-atap dunia yang dikenal dengan 7 Summits. Mulai dari Pegunungan Carstensz di Papua dan Gunung Kilimanjaro. Dua gunung yang tidak jauh dari garis khatulistiwa, namun puncaknya diselimuti salju abadi. Dalam catatannya, Norman menyelipkan kekhawatirannya mulai punahnya salju-salju itu.

“Sulit memperkirakan penyebab penyusutan ini. Penambangan tembaga oleh Freeport Inc sekarang ini boleh jadi mempengaruhinya, tapi tak boleh dilupakan bahwa penyusutan itu sendiri telah berlangsung jauh sebelum usaha penambangan ini,” tulis Norman dalam tulisan berjudul Gunung Salju di Irian Jaya yang dimuat Suara Alam edisi Desember 1988.

Selain petualangannya di dua gunung itu, perjalanan Norman ke Gunung McKinley di Alaska dan Elbrus juga patut disimak pula. Di Gunung Elbrus, Norman gagal mencapai puncak karena terserang penyakit gunung.

Di bagian dua, Norman mengajak kita melibas liarnya sungai-sungai di Kalimantan, Aceh dan Jawa. Salah satu perjalanannya yang fenomenal adalah melakukan Ekspedisi Lintas Kalimantan, melintasi Sungai Kapuas dan Kayan yang memiliki riam (jeram) yang sangat ganas. Ada catatan duka dari Sungai Alas, Aceh saat dua teman Norman meninggal saat melibat riam. Gelapnya gua-gua di perut bumi juga menjadi bagian dari perjalanan Norman.

Lautan luas juga tidak lepas dari petualangan Norman. Dengan perahu phinisi, Norman ikut ekspedisi Tanjung Benoa, Bali hingga Madagaskar, Afrika. Catatan lainnya adalah permasalahan alam lainnya.

Kekuatan dari tulisan Norman yang sudah dimuat di Kompas, Suara Alam dan Mutiara adalah dia terlibat langsung dalam setiap petualangannya. Norman mengkisahkan setiap ekspedisinya dengan detail seakan kita ikut bersama Norman menjelajahi sudut-sudut bumi yang sulit terjangkau itu. Setiap ekspedisi, Norman menyatu dengan alam sehingga catatannya begitu kuat kala dikisahkan. Dan diakhir kisah hidupnya, sahabat sang alam ini “menyatu” dengan alamnya di dekat puncak Gunung Aconcagua 21 Maret 1992.

 

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: