5 Jam menyusuri Progo Hulu (Bagian I): Rute baru, sensasi baru…

Hari masih pagi, tapi saya dan 19 kawan sekantor sudah menembus tebalnya kabut di jalanan. Mobil mengarah ke Selo, sebuah kota kecil di kaki Gunung Merapi-Merbabu. Tak banyak pemandangan gunung yang bisa dinikmati. Kabut terlalu tebal dan jarak pandang jauh berkurang. Hangatnya matahari belum mampu menembus tebalnya kabut yang setia memeluk dua gunung yang berhimpitan itu.

Aktivitas pagi khas pegunungan begitu terasa. Pedagang sayur berkumpul di pasar, bocah-bocah berlarian di tepi jalan menuju sekolah. Semuanya seakan melupakan hawa dingin yang menusuk-nusuk tulang. Beberapa saat kemudian kala kami sudah melintasi wilayah Ketep kabut mulai menipis dan cahaya mentari mulai menyapa. Di sebelah kiri, Gunung Merapi menjulang kokoh. Di sebelah kanan, Gunung Merbabu terlihat gemuk tapi “seksi”. Tak banyak waktu untuk menikmati pemandangan indah itu. Kami harus terus melaju menuju Magelang. Sesekali pandangan kami mengarah ke lereng Merapi. Sisa-sisa erupsi Merapi masih terlihat jelas. Pohon-pohon mengering diterjang awan panas, daun-daun layu.

Sekitar 20 km lagi kami sampai Blabak, menembus jalan utama Semarang-Jogja. Tiga mobil yang mengangkut 20 orang yang penasaran dengan kerasnya jeram Progo Hulu sudah tidak sabar tiba di Magelang untuk memulai petualangan. Hotel Puri Asri tujuan kami. Di tempat itu, titik awal perjalanan kami memulai arung jeram. Bagi sebagian di antara kami, ini bukan pengalaman pertama mengarungi Sungai Progo. Sebelumnya, rute arung jeram Progo Atas sudah ditaklukkan dua kali.

Kali ini kami ingin mencoba rute baru yaitu Progo Hulu. Rute arung jeram yang tergolong masih baru. Sekitar setahun yang lalu, kami sudah berniat mencoba mengarungi rute itu. Namun kami belum beruntung, debit air terlalu rendah sehingga tidak memungkinkan kami mencoba rute baru itu. Curah hujan yang cukup tinggi selama bulan Januari-Februari menjadikan debit air meninggi dan kesempatan menjajal rute baru itu sudah di depan mata.

Di hotel itu, para instruktur dari Progo Xventours sudah menunggu. Tiga angkot dengan masing-masing dua perahu karet yang diikatkan di atap angkot berjajar rapi. Rute Progo Hulu memang tidak dimulai dari hotel itu. Angkot itu akan menbawa kami ke daerah Temanggung yang berjarak sekitar 20 km dari Magelang. Setelah semua siap, kami pun melaju menuju hulu Sungai Progo di kaki Gunung Sumbing. Dari kaki Merapi dan Merbabu, kami menuju kaki Sumbing dan Sindoro untuk mencoba rute baru dan tentunya merasakan sensasi baru.-Bersambung

 

*all photo by Progo Xventours

About angscript

Aku hanyalah jurnalis kecil yang bekerja di media kecil di sebuah kota kecil dan menghadapi masalah-masalah kecil dan orang-orang kecil. Tulisan ini hanyalah tentang hal-hal kecil agar aku bisa belajar berkata-kata, saat kata belum terbungkam dan kata masih bisa menjadi senjata. Jangan dianggap serius!!! Lihat semua pos milik angscript

7 responses to “5 Jam menyusuri Progo Hulu (Bagian I): Rute baru, sensasi baru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: