Daily Archives: 26 April 2011

Manusia Kereta

Laki-laki paruh baya terkantuk-kantuk di dalam kereta. Ibu muda melemparkan pandangan ke luar, entah apa yang dilihatnya. Pria tua sibuk dengan berlembar-lembar berita koran. Bapak-anak berbisik-bisik di tengah deru laju kereta. Rohaniwati berpegangan erat pada gantungan seperti kekuatan iman yang tak tergoyahkan. Kondektur berkeliling penuh curiga. Anak muda nglesot di lantai kereta dan eksekutif muda di depanku sibuk dengan gadgetnya.

Apa yang mereka cari. Apa yang mereka harapan. Mereka larut dalam dunia mereka sendiri-sendiri. Para manusia kereta memadati gerbong-gerbong yang sempit dengan urusan mereka masing-masing. Aku terjebak di antara mereka.

Di luar sana hanya ada hamparan sawah, permukiman yang muram, lalu lintas yang terhenti laju kereta dan stasiun yang masih lesu. Semuanya cepat berlalu dan aku hanya bisa duduk termangu.

Banyak burung terbang ke sana ke mari, namun tak kudengar nyanyian paginya. Kabut tebal belum tersibak seperti meninggalkan tanda tanya yang tak terjawab. Hanya bayangan tipis pohon dan lari-lari kecil bocah menuju sekolah yang terlintas. Aku tak bisa memaknai nuansa pagi ini tapi masih ada sebersit harapan dari perjalanan ini.

Kereta terus melaju tanpa kenal waktu, membawa serta laki-laki paruh baya, ibu muda, eksekutif muda, rohaniwati, pria tua, anak muda dan kondektur kereta tentunya. Aku melihat itu semua dengan penuh tanya. Bolehkah aku berharap pagi ini?

Mentari sudah datang dan manusia-manusia kereta telah pergi dengan cara mereka sendiri. Aku berharap kau datang dari balik kabut yang mulai menipis dengan seberkas senyuman manis.

Iklan

%d blogger menyukai ini: